LAPORAN HASIL WAWANCARA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengemis memang telah menjadi masalah nasional yang dihadapi di banyak kota, begitu juga di Yogyakarta. Permasalahan ini sebenarnya telah mendaapatkan perhatian serius dari pemerintah, namun begitu susah dalam penanggulangannya.
Pengemis kebanyakan berasal dari desa yang mencoba untuk hidup di kota namun tidak memiliki pekerjaan dikarenakan sulitnya lowongan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka dan tidak mempunyai modal uang untuk membuka usaha sendiri. Kebanyakan dari mereka yang tidak sukses mengadu nasib di kota, malu untuk kembali ke kampung halamanya tanpa membawa penghasilan sementara mereka hidup terlunta-lunta di perantauan.
Meminta-minta dalam agama islam sangat tidak diperbolehkan, karena Allah menyukai orang yang mau bekerja keras. Meminta-meminta hanya diperbolehkan bagi orang yang benar-benar kekurangan. Namun akhir-akhir ini banyak orang yang memilih meminta-minta di bandingkan bekerja.
Orang yang meminta-minta sama saja tidak mensyukuri rizki yang telah diberikan Tuhannya. Mereka ingin hidup enak namun tidak mau bekerja keras. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka meminta rizki dari orang lain.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam laporan ini adalah :
1. Apa dampak yang di timbulkan apabila jumlah pengemis terus bertambah?
2. Bagaimana upaya penanggulangan pengemis?
A. Tujuan
Tujuan diadakan wawancara ini adalah :
1. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan bertambaahnya jumlah pengemis
2. Untuk mengetahui peran pemerintah dalam penanggulangan pengemis
BAB II
HASIL WAWANCARA
A. Hasil Wawancara
1. Waktu dan Tempat
Waktu : Jumat, 6 Desember 2013. Pukul 17.13
Tempat : Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
2. Kutipan Wawancara
Pewawancara (P) : “Permisi mbah, boleh tanya-tanya sebentar?”
Narasumber (N) : “Iya boleh. Tapi simbah begini (tiduran) ndak papa ya? Simbah lagi sakit.”
P : “Iya, tidak papa mbah. Namanya siapa mbah?”
N : “Suparti. Mau lihat KTP simbah?”
P : “Tidak usah mbah, asalnya darimana mbah?”
N : “Banyudono. Tadi tak suruh lihat KTP saya ndak mau?”
P : “Tidak usah mbah, ndak papa. Kalau di sini tinggal dimana mbah?”
N : “Tinggalnya ya kemana-mana, kalau pasar malam sudah selesai baru pulang.”
P : “Pulang kemana mbah?”
N : “Pulang ke rumah anak, di Banyudono.”
P : “Anaknya berapa mbah?”
N : “Banyak, empat. Laki-laki 3 perempuan 1.”
P : “Tinggal satu rumah mbah?”
N : “Iya.”
P : “Anaknya sudah bekerja mbah?”
N : “Anak saya sudah kerja semua.”
P : “Kok nggak ikut anak saja mbah,? Kan sudah kerja semua.”
N : “Besuk kalo sudah tua ya ikut anak, kalo sudak nggak kuat ngapa-ngapain. Masa mau ikut kamu, anak 4 ya gentian.”
P : “Terus kenapa simbah juga kerja?”
N : “Iya. Cucu yang paling kecil masih SMA kelas 2, perempuan. Masih perlu uang banyak buat bayar. Cucu saya yang lainnya laki-laki.”
P : “Sebelum begini, simbah dulu kerjanya apa mbah?”
N : “Ngamen.”
P : “Sebelum ngamen?”
N : “Ya Cuma ngamen.”
P : “O, ngamen ya mbah. Kalo kerja begini sehari dapat berapa mbah?”
N : “Kira-kira 10.000 ,ya cuma segini.” (menunjukkan mangkuk berisi uang kira-kira berjumlah 15.000).
P : “Dari jam berapa sampai jam berapa mbah?”
N : “Dari jam 10.00 pagi sampai jam 07.00 malam.”
P : “Ada pengalaman pahit selama bekerja seperti ini mbah?”
N : “Ada, namanya orang hidup apa-apa ya di jalani. Ngamen mau ngemis mau, yang penting halal. Ya to?”
P : “Iya mbah. Kenapa nggak kerja yang lain daripada kerja seperti ini mbah?”
N : “Lha saya sudah tua, rambutnya sudah putih semua.”
P : “Iya mbah. Ya sudah mbah. Terimakasih atas waktunya mbah.”
N : “Iya sama-sama.”
B. Dampak Menigkatnya Jumlah Pengemis
Pengemis merupakan kantong kemiskinan yang hidup diperkotaan, disebabkan karena faktor ekonomi dan kebutuhan hidup yang semakin mendesak.
Dampak yang ditimbulkan apabila jumlah pengemis bertambah :
1. Mengganggu kenyamanan wisatawan yang sedang berlibur
2. Meningkatnya kriminalitas
3. Banyak pemukiman kumuh
4. Meningkatnya angka pengangguran dikarenakan malas untuk berusaha
C. Upaya Penanggulangan Pengemis
Peran pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi pengemis tentunya harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga mampu mengurangi kesenjangaan sosial yang ada. Penertiban pengemis membutuhkan waktu untuk penanganannya, karena kadang diwaktu tertentu populasi pengemis meningkat seperti yang terjadi di hari libur, hari raya keagamaan, maupun dipusat-pusat rekreasi dan perbelanjaan, tentunya secara grafik digambarkan jumlah populasi pengemis naik turun.
Penanganan pengemis harusnya dilakukan secara terprogam dan berkelanjutan bersama-sama dengan pihak terkait sesuai peraturan perundang-undangan. Juga pemerintah pusat memberikan pelatihan ketetampilan sesuai bidang yang diinginkan seperti menjahit, pertukangan, otomotif, dan tata boga.
D. Kesimpulan
Ganpangnya mencari uang di kota besar telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang dari luar daerah atau desa tanpa membawa bekal skil dan pendidikan yang memadai untuk mengadu nasib. Ketiadaan skil yang dimiliki serta tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sifat kemalasaan membuat orang memilih untuk menjadi pengemis. Pada kenyataannya banyak kita lihat pengemis yang masih mampu untuk bekerja. Dalam penanggulangannya pemerintah masih membutuhkan waktu, namun sebelum permasalahan ini teratasi jumlah pengemis semakin bertambah.
BAB III
PENUTUP
A. Saran
Dalam agama islam, Allah lebih menyukai orang yang mau bekerja keras dari pada bermalas-malasan. Meminta-minta tidak diperbolehkan apabila kita masih mampu bekerja. Untuk itu, marilah kita bekerja daripada meminta-minta walau hanya menghasilkan uang sedikit yang penting lebih halal. Insyaallah itu lebih berkah karena hasil dari usaha kita.
B. Penutup
Semoga hasil dari tugas lapangan ini bermanfaat untuk kita semuanya dan bisa dijadikan untuk pandangan hidup kita agar kita selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan.
Saya minta maaf atas kesalahan serta kekurangan dalam laporan ini. Selain untuk memenuhi tugas pendidikan agama, semoga laporan hasil wawancara ini dapat menjadi bermanfaat, berguna , serta motivasi bagi kita semua.