The
imitation game merupakan film sejarah mengenai Alan Turing, ilmuan matematika
dan kriptoanalis. Tokoh yang berperan penting dalam membajak kode Enigma Jerman
Nazi yang membantu sekutu dalam Perang Dunia II. Namun kemudian ia dituntut
pidana karena telah mengaku sebagai homoseksual.
Dalam
cerita, Alan Turing diwawancarai oleh komandan angkuh Denniston untuk pekerjaan
rahasia. Pekerjaan rahasianya adalah memecahkan kode dari mesin pesan Enigma
milik Jerman. Alan Turing bekerjasama dengan 8 orang ilmuan, salah satunya ahli
kriptoanalisis juga sebagai pimpinan Hugh Alexander.
Untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut, Alan Turing membuat mesin yang mampu memecah
kode Enigma. Rancangan mesin tersebut sangat rumit juga membutuhkan dana yang
sangat besar yaitu 100 ribu poundsterling. Namun rancangan tersebut mendapat
penentangan dari komandannya Denniston, juga meragukan Alan Turing bisa
mewujudkan mesin tersebut.
Stewart
menzies adalah orang yang mempercayai mesin Alan Turing dan memberi dana
sebesar 100 ribu poundsterling untuk menyelesaikan mesinnya. Turing
mengumpulkan tim baru dengan memecat orang yang dianggapnya tidak kompeten,
termasuk pimpinannya Hugh. Bersama tim baru ia mulai memecahkan kode enigma
dengan mesing yang dirancangnya dan memberi nama mesin tersebut Christopher walau
disisi lain Komandan Denniston sangat tidak menyetujuinya.
Kehidupan
pribadi Alan Turing terlibat percintaan dengan rekan kerjanya, Joan Clarke yang
kemudian menjadi tunangannya. Namun, pasca Perang Dunia II ia menjadi terdakwa
telah melakukan tindakan tidak senonoh dan mengaku sebagai seorang homoseksual.
Padahal pada masa itu, hal tersebut dianggap sebagai tindak pidana dan ia pun
mendapat hukuman.
Setelah
memanggil Alan Turing ke kantor polisi, Detektif Nock mendengar dari luar kisah
yang luar biasa tentang Alan Turing untuk pertama kalinya hingga membuatnya
terkesima. Alan Turing menyebutkan The Imitation Game, apakah manusia daapat
berkomunikasi dengan sebuah komputer dan tidak tahu apakah itu manusia atau
mesin. Bertahun-tahun hingga menjelang akhir hidupnya Alan Turing mendapat
kunjungan dari Joan yang sudah menikah lagi. Dia telah dibuatkan obat hormone
untuk menyembuhkan homoseksualnya dan tinggal dalam isolasi. Joan memberikan
dorongan serta mengingatkannya tentang semua yang dia capai dalam hidup.
Penderitaan
Alan Turing terbesar adalah karena dirinya seorang homoseksual dan harus
menjalani pilihan kedua yang ia pilih, yaitu injeksi hormon dengan dikebiri.
Setelah setahun menerima injeksi hormon tersebut ia memilih mengakhiri
hidupnya. Baginya, Christopher adalah satu-satunya yang membuat dirinya mampu
untuk hidup.
Alan turing
dinyatakan meninggal dunia bunuh diri dengan racun pada tahun 1954. Namun pihak
keluarganya tidak menerima diagnose bunuh diri tersebut. Tahun 2013, Kerajaan
Inggris baru memberikan maaf pada Alan Turing. Sementara itu dimasa yang sama sebanyak
49000 laki-laki dan wanita homoseksual mengalami hukuman yang sama halnya
dengan Alan Turing.