Jumat, 10 Oktober 2014

Sejarah DBMS (Data Base Manajemen Sistem)

SEJARAH PERKEMBANGAN DATABASE MANAGEMENT SYSTEM



            Dari awal era komputer, penyimpanan dan penggunaan data menjadi fokus aplikasi yang utama. DBMS general purpose pertama didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960-an, disebut sebagai penyimpanan data Store atau Integrated Data Store (IDS). DBMS ini membentuk dasar untuk model data jaringan, yang distandarisasi oleh Conference on Data Systems Language (CODASYL) dan sangat mempengaruhi sistem database sepanjang tahun 1960-an. Bachman adalah orang pertama yang menerima ACM’s Turing Award tahun 1973 (semacam Hadiah Nobel untuk ilmu komputer) untuk karyanya dalam bidang database.

            Sejak tahun 1960-an basis data sudah digunakan untuk bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis manajemen file tradisional. Perkembangan komputer yang semakin pesat diikuti dengan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis.

            Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan Informasi Management System (IMS) DBMS, yang digunakan dalam banyak instalasi besar sampai saat ini. IMS membentuk dasar bagi kerangka kerja representasi data alternatif yang disebut model data hierarki.

Pada saat yang sama, dikembangkan pula sistem SABRE untuk membuat reservasi penerbangan yang dikembangkan oleh American Airlines dan IBM, dan memungkinkan beberapa orang mengakses data yang sama melalui jaringan komputer. Yang menarik, saat ini sistem SARBE yang sama digunakan untuk layanan perjalanan berbasis Web seperti Travelocity.

            Pada tahun 1970-an, Edgar Codd di IBM San Jose Research Laboratory, mengusulkan sebuah kerangka kerja baru untuk representasi data, disebut data relasional. Hal ini terbukti menjadi faktor yang sangat penting dalam pengembangan sistem database, memicu pesatnya perkembangan beberapa DBMS yang didasarkan pada model relasional, bersamaan dengan banyaknya hasil teoretis yang menempatkan field pada satu fondasi perusahaan.

            Pada tahun 1981, Codd meraih Turing Award untuk karyanya yang luar biasa. Sistem database diterapkan sebagai suatu disiplin akademik, dan popularitas DBMS relasional kemudian mengubah susunan komersial. Manfaatnya diakui secara luas, dan penggunaan DBMS untuk mengelola data perusahaan menjadi praktik standar.

            Pada akhir tahun 1980-an, model relasional mengkonsolidasi posisinya sebagai paradigma DBMS yang dominan, dan sistem database semakin banyak digunakan. Bahasa query SQL untuk database relasional, dikembangkan sebagai bagian proyek System RIBM, saat ini menjadi bahasa query standar.

SQL distandarisasi pada akir tahun 1980-an, dan standar terbaru, SQL:1999, digunakan oleh American National Standards Institue (ANSI) dan International Organization for Standardization (ISO). Tak dapat dipungkiri, bentuk pemrograman konkuren yang paling luas digunakan adalah eksekusi konkuren program database (yang disebut transaksi).

Pengguna menulis program seakan-akan program tersebut berjalan sendiri, dan tanggung jawab untuk menjalankan program tersebut secara konkuren diserahkan kepada DBMS. James Gray meraih Turing Award 1999 untuk konstribusinya dalam manajemen transaksi database.

Pada akhir tahun 1980-an dan 1990-an, banyak bidang sistem basis data yang dikembangkan. Penelitian pada bidang basis data meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks dari semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya, DB2 IBM, Oracle 8, Informix2 UDS) memperluas sistem mereka dengan kemampuan untuk menyimpan tipe data baru seperti gambar dan teks, dan untuk meminta query yang lebih kompleks. Sistem tertentu dikembangkan oleh berbagai vendor untuk menciptakan data werehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa database, dan untuk melakukan analisis spesifik.

Fenomena yang menarik adalah munculnya beberapa paket enterprise resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambah layer substansial dari fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas meliputi sistem dari Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya, manajemen inventori, perencanaan sumber daya manusia, analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar organisasi dan menyediakan layer aplikasi umum untuk pelaksanaan tugas tersebut. Data ini disimpan dalam DBMA relasional dan layer aplikasi dapat disesuaikan pada perusahaan yang berbeda, menyebabkan biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih rendah dibanding biaya pembuatan layer aplikasi dari awal.

Yang paling signifikan, DBMS telah memasuki Zaman Internet. Sekalipun generasi pertama website menyimpan data mereka secara eksklusif dalam file sistem operasi, pengguna DBMS untuk menyimpan data yang diakses melalui Web browser telah tersebar luas. Query dihasilkan melalui bentuk Web-accessible dan jawaban diformat dengan menggunakan markup language seperti HTML agar mudah ditampilkan dalam browser. Semua vendor database yang sedang menambahkan fitur pada DBMS bertujuan untuk memperhatikan bagaimana penyebarannya pada Internet menjadi lebih mudah.

Perkembangan dunia usaha semakin meningkat ditunjang dengan perkembangan komunikasi yang mempermudah organisasi atau perusahaan untuk mengakses data, sehingga mengubah manajemen bisnis data menjadi manajemen basis tingkat lanjut didukung dengan fasilitas data werehousing dan fasilitas basis data berbasis web sebagai salah satu strategi organisasi dalam meningkatkan kinerja dan keuntungan organisasi.

Manajemen database menjadi kian penting saat semakin banyak data yanag disajikan online sehingga lebih mudah diakses melalui jaringan komputer. Saat ini field diarahkan oleh visi yang menarik seperti database multimedia, video interaktif, streaming data, steaming library, dan proyek ilmiah seperti usaha pemetaan genome manusia serta proyek NASA’s Earth Observation System, dan juga hasrat perusahaan untuk mengkonsolidasi proses pengambilan keputusan dan me-mine repositori data untuk informasi yang paling besar dan paling kuat. Studi sistem database terbukti memberikan manfaat besar.

Perkembangan komputer yang semakin pesat diikutidengan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis, sejak tahun 1970-an sampai awal tahun 1980 manajemen berbasis file tradisional berkembang menjadi manajemen basis data. Di dalam manajemen basisdata dikenal berbagai model data yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan sebuah data dalam merancang sesuatu basis data.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar